Skip to main content

Tulisan terapi terakhir

 Sejak awal tahun hingga bulan ketujuh, tulisan saya di sini semacam menyesap memori yang sudah corrupt dan di-restore kembali menjadi bagian utuh. 


Jika sebelumnya adalah puzzle, dengan menulis, saya bisa meraih semua yang sempat terenggut. 


Jadi, mungkin ini tulisan ‘terapi’ terakhir. Karena Silvano, atau siapapun pasti akan berevolusi menjadi manusia dalam versi terbaiknya.



I wanna punch myself if I remember stupid things I’ve done before. Seriously. 


Tahun ini saya menyadari ada semacam rem…yang entah kenapa bilang dan membisiki saya “Stop…macam kau paling benar saja.” Setiap kalo saya ingin mengungkapkan sesuatu tentang sebuah kejadian yang meresahkan.


Beberapa kali saya menghitung kadang lepas kontrol dalam bertindak, menyakiti hati seseorang, memang jahat sekali mulut dan perilaku orang ini.


But it’s okay, I will always evolve to be a better men.  Not better than you, but better than I was.


And that’s how life must begin with acceptance. Berapa kali saya tak bisa tidur mengingat kesalahan yang saya lakukan sepanjang hari. 


Terseliplah kalimat “Silvano, terima kasih.” Dari situ sedikit tenang. 


Dan kembali tidur membayangkan seseorang yang mungkin merindukan kehadiran saya pada malam-malam sebelum dan sesudah kami bersua. 






Comments

Popular posts from this blog

At the end of pandemic? A moment of new fresh air?

Ada di pertengahan film menuju klimaks atau ketika akhir di sebuah cerita ketika si tokoh utama memulai babak baru hidupnya. Dia berjalan dengan sangat meyakinkan meski tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.  Karena itu film dan dengan sengaja saya sering mencari momen new fresh air itu. Movies I watched did a great job to manipulate my inner child to find my own new fresh air moment. I did it everytime I have new project and finished, again and again, it was like a pattern of my work cycle.  A bit new fresh air isn't? Ketika Presiden Jokowi mengumumkan bahwa PPKM sudah dicabut, seharusnya menjadi momen 'a new fresh air' tapi bagi saya kok terasa hampa. Ada perasaan aneh ketika mengingat betapa pahit dan sekaligus manis kehidupan yang saya alami pada 2020 lalu.  Sepulang dari Taiwan pada Februari 2020 lalu, saya baru memahami bahwa pandemi global ini adalah kenyataan yang saya harus terima. Penyakit misterius yang belum ada obatnya dan seketika dunia menjadi sepi....

Jalan Raya Tertinggi di Indonesia 3600 MDPL (1)

Dua tahun lalu, pergi ke Papua itu sangat mahal, bahkan lebih mahal ketimbang berlibur ke Jepang. Kalau bukan karena penugasan dari rapat redaksional, saya tak mungkin bisa ke sana. Saat itu saya mengejar cerita tentang kematian misterius puluhan anak di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga. Saya masih ingat, penerbangan dari Jakarta, transit dahulu di Makassar, berlanjut menuju Manokwari, kemudian Jayapura, dan akhirnya tiba di Wamena. Bandaranya kala itu masih tradisional. Saya gambarkan seperti terminal bus era 90an. Tapi sekarang bandara yang baru sudah dibuka, setaraf dengan bandara-bandara di tempat saya dan tim, transit sebelum sampai Wamena. Pak Nico, driver kami menjemput dengan mobil yang memiliki spesifikasi tangguh di medan pegunungan. Kami mengisi bahan bakar dahulu. 20 liter bensin, seharga 2 juta rupiah. Saya dan kedua rekan langsung terkejut. Pegunungan di sekeliling menyembul, pamer keindahan. Saya tanyakan kepadanya, apakah dia bahagia tinggal d...

Dalam lagu ada kamu

Jadi, belakangan ini beberapa kali merasa janggal sekali ketika mendengar sebuah lagu.  Saya pikir si penyanyi itu adalah saya, dan dia menyanyikan lagu itu untuk kamu.  Namun ternyata sebaliknya, kamu yang menyanyikan lagu itu untuk saya.  Saya pikir, kita berdua sama-sama tahu, tetapi masing-masing bingung memulainya.  Pernah saya cerita tentang matahari terbenam, iya, itu untuk kamu.  Mengapa sulit sekali ya menghapus dirimu di dalam pikiran ini. Sampai terbawa mimpi.  Ah sudahlah, mungkin ini adalah gambaran ketika seseorang yang tinggal beberapa tahun lagi menyentuh usia 40. Apa namanya? Puber kedua barangkali. Lagu itu terasa sangat nyata, bagi saya. Sweet-nya Cigarettes After sex, bisa jadi menceritakan tentang kita. Lagu dalam urutan ke-10 di playlist yang saya beri nama kode rahasia kita berdua.  Kita berdua punya kesempatan, tapi entah kenapa, bagimu ini semua adalah sebuah persaingan. Siapa yang kalah dan menang.  Padahal dalam cinta, t...