Istilahnya, kita bisa menemukan kedai kopi di Jakarta setiap satu kilometer. Bahkan di dekat tempat tinggal saya, tiga kedai kopi sudah mengisi ruang sempit kios yang telah disediakan. Euphoria kopi mewabah di tengah milenial. Pada 2005, ketika kedai Kopi melengkapi pusat perbelanjaan, atau berada di sela-sela tempat kumpul anak muda. Saya dan teman-teman saat kuliah hanya memiliki sedikit opsi tempat untuk berkumpul, sebelum melanjutkan malam minggu ke klub malam. Kala itu, kedai kopi tidak seramai saat ini, hanya opsi ketika tempat lain penuh. Gaya hidup baru pada awal 2000an, ketika kaum eksekutif muda mulai mengadakan rapat dengan klien, atau sekadar membuka laptop. Bayangan saya dan teman-teman sebelum lulus kuliah sangat naif. "Nanti kita bakal sering ke starbucks usai jam kerja, merencanakan pekerjaan esok hari, serius dengan laptop di kedai kopi," Ada tiga gerai kopi ternama yang selalu jadi pilihan kami. Bukan karena kopinya, tapi tempat-tempat itu menyaji...